Rapat Jogja Mediation Center berikutnya dilaksanakan pada :
Hari : Sabtu
Tanggal : 02 Februari 2013
Jam : 09.00 WIB
Tempat
di : Ruang Komite Medis RSUP Dr Sardjito (Depan Bank Mandiri RS
sardjito Lantai 2, Atau selatan parkiran sepeda motor lantai 2)
Agenda : Penyempurnaan AD/ ART (Paparan dari Bpk.Supriyono dan Bpk. Farid)
Undangan JMC 2 Februari 2013
Progress selanjutnya
1. Pengurus JMC telah disusun (ide humas: dilantik pada seminar mediasi dengan mengundang semua alumni PMI dan mediator yang sudah berpraktek dengan diliput mass media dan dihadiri instansi pemerintah terkait)
2. AD ART sudah direview.....dalam revisi, sabtu 2 Februari 2013 disepakati hasil final
3. Sekretariat sudah disepakati
4. Logo sudah direview, hasil revisi disosialisasikan sabtu 2 Februari 2013
5. Kartu Anggota sudah direview, hasil revisi disosialisasikan sabtu 2 Februari 2013
6. Rapat berikutnya tanggal 2 Februari 2013
Terus semangat ..keep moving on.......(kata pak pri)
Pembentukan Pengurus JMC
Ketua: Banu Hermawan, SH., MHLi
Wakil Ketua: Supriyono, MM.
Sekretaris: Dewi Amanatun Suryani, SIP., MPA
Bendahara: Edi Wijayanti, MHK
Humas: Drs. Indroyono
Seksi Edukasi: Farid B. Siswantoro, Dra. Istiatun
Seksi Konsultasi: Drs. Andang Djaja Hamzah Putra, M.Ec.Dev., Siti Umi Akhiroh, SH
Sekretariat: Pusat Mediasi Indonesia, Sekolah Pasca Sarjana, UGM
Jalan Teknika Utara Pogung
Telp. 0274 9321113, Mob Phone 085867456746
Ketika sengketa terjadi ...
Salah satu dari efek alami dari sebuah interaksi sosial adalah terjadinya konflik atau sengketa. Sumber atau penyebab sengketa adalah benturan keinginan atau harapan antara pihak yang berinteraksi. Bila salah satu pihak memilih jalur non konflik, maka dia akan mengalah atau diam (escaping) demi hubungan sosial yang diaanggapnya lebih berharga daripada sekedar keinginan atau harapan. Itu mengapa dalam falsafah Jawa ada ungkapan "Tuna sathak bathi sanak" artinya rugi materi tidak mengapa asal jangan kehilangan hubungan persaudaraan atau pertemanan. Namun apabila dirasa harapan, keinginan atau kepentingan dianggap penting demi memenuhi hak asasi manusia seperti kebutuhan materi, penghargaan, pengakuan, harga diri, dan sebagainya, bisa jadi perselisihan itu berkembang menjadi konflik serius. Nah, tugas mediator adalah mengingatkan dan menggugah semua pihak untuk kembali kepada esensi hubungan sosial mereka dan nilai kerugian akibat konflik, sehingga kalau masing masing pihak mau mengendurkan tensenya serta semangatnya untuk memenuhi hak utuh,saling menurunkan nilai tawar, bisa jadi keduanya malah akan dapat memenuhi sebagian besar dari yang dikehendakinya. Itu mengapa mediasi merupakan jalan damai untuk menyelesaikan sengketa dengan basis kemenangan bersama atau mutual winning.





